Nama
: Trisyati Ika
Pratiwi
NIM
: 1445125838
Jurusan
: Manajemen
Pendidikan 2012 (A)
Mata
Kuliah : Manajemen
Pemasaran Jasa Pendidikan
Dosen Pengampu : Amril Muhammad, S.E, M.Pd
Laporan
Kuliah Umum Manajemen Pendidikan
Membangun
Kewirausahaan Pendidikan
Pada hari Rabu, 14
Mei 2014, bertempat di Gedung Sertifikasi Guru Lantai 9, Jurusan Manajemen
Pendidikan mengadakan kuliah umum yang bertemakan "Membangun Kewirausahaan
Pendidikan". Kuliah Umum tersebut mendatangkan seorang narasumber Bapak Dr. Ir. Haidar Bagir, M.A. Beliau
merupakan pendiri dan direktur utama dari Mizan Publishing Group, serta ketua
yayasan Lazuardi Hayati, yang membawahi sekolah Lazuardi GIS.
Materi pertama yang dibahas oleh pak
Haidar ialah mengenai “Mengelola
Sekolah Berkualitas”, dalam mengelola sekolah agar memiliki kualitas baik,
harus memiliki visi misi, antara lain :
Visi
: Mencapai world class school yang
dapat menjadi sumber inovasi dan kreativitas dalam upaya perbaikan
terus-menerus falsafah, prinsip, sistem, dan praktik pendidikan di negeri kita.
Misi
: Mengadvokasi pemerintah untuk mengembangkan sistem pendidikan yang baik dan
accessible untuk seluruh masyarakat Indonesia, mendorong tumbuhnya sekolah-sekolah
yang baik sedemikian.
Tujuan
Kelembagaan :
Dalam
mencapai world class school, sekolah harus memiliki cirri-ciri sebagai
berikut :
·
Memiliki SDM dalam jumlah cukup yang capable,
terus belajar, serta bersikap dan bekerja profesional
·
Memiliki organisasi dan manajemen yang supportive
·
Selalu memiliki perencanaan-perencanaan
yang sistematis
·
Memiliki standar-standar best
practice dan menerapkannya dengan sebaik-baiknya
·
Memiliki sistem monitoring dan control
untuk memastikan best practice
berjalan disamping juga membuka ruang bagi contimuous improvement
·
Memiliki resources yang cukup
untuk menyelenggarakan organisasi dengan sebaik-baiknya.
Menurut
Pak Haidar, Tujuan (Aims) dari Pendidikan ialah Mempersiapkan siswa
didik agar untuk menjadi orang-orang yang sejahtera secara fisik (sandang,
pangan, papan, kesehatan), mental (memiliki self esteem) : keluarga,
sosial, prestasi, dan spiritual (memiliki sense of purpose in life
dan sense of mission to help others). Ringkasnya, memiliki kehidupan
yang baik,dunia dan akhirat.
Tujuan
(objectives) Pendidikan
Learn
to know/to learn
Learn
to do
Learn
to be
Learn
to live together
21st Century Skills
·
Creativity
·
Collaboration, Cooperation and
Communication
·
Inventive Thinking, Decision Making and
Problem Solving
·
Character Building, including
Self-Direction, Social Responsibility and a culture of Quality
·
Information and Media Literacy in this
Digital Age
Suasana
dan Sarana Pembelajaran
1. Lingkungan
sekolah dirancang agar nyaman, selesa (spacious), asri, bersih, sehat, sopan,
ramah, akrab, dan demokratis.
2. Tersedia
sarana yang cukup untuk menunjang proses pembelajaran, baik dalam hal
ketersediaan berbagai lab – sains, bahasa, dan komputer -- ruang
untuk berbagai aktivitas, alat peraga, sarana Teknologi Informasi,
perpustakaan, wahana permainan dalam dan luar ruang dan sebagainya.
3. Kurikulum
dirancang dengan sepenuhnya mengacu kepada perspektif yang benar mengenai
tujuan pendidikan, yakni menyiapkan anak-anak kita agar menjadi manusia-manusia
yang hidup sejahtera dan bahagia
4. Penerapan
Disiplin Positif
Kerja
sebagai Profesi
Kerja atau pekerjaan,
yang khususnya membutuhkan keahlian yang diperoleh dari hasil pelatihan atau
pendidikan spedsifik, biasa disebut sebagai profesi (profession) Sinonim dari
“profesi” adalah “vokasi (vocation). Istilah “vocational schools”, yang sering
dipakai untuk menunjuk sekolah kejuruan, berasal dari kata ini.
Vocation
“Vocation” berarti “panggilan” atau
“panggilan hidup”. Sampai awal abad 16 dikatkan dengan “panggilan Tuhan” untuk
menjadi pendeta atau pastor. Dengan kata lain, makna kata “vocation” terkait
dengan tekad untuk berbuat baik pada Tuhan dengan, antara lain, melayani
manusia. Melihat suatu pekerjaan sebagai vokasi berarti melihatnya sebagai
suatu panggilan hidup. Dengan kata lain, tujuan hidup, yang sekaligus adalah
sesuatu yang dihasratkan
Passion
Berasasl dari kata
bahasa latin pati atau bahasa Yunani pathos berarti
“penderitaan”. Yakni penderitaan yang siap ditanggung orang -- berarti
kegigihan, antusiasme -- demi mencapai sesuatu yang amat dihasratkan atau
dicintai. Karena itu, pathos sering diartikan sebagai “cinta” saja. Dilihat
dari sudut pandang ini, sesungguhnya istilah “vocation” terkait erat
dengan passion ini.
Kerja
sebagai Passion
Sebelum menjelma
sebagai suatu konsep yang terkait dengan upaya mencari imbalan keuangan
sebesar-besarnya, profesi lebih bermakna pekerjaan yang begitu dicintai
sehingga orang bersedia memberikan tenaga dan perhatiannya sepenuh waktu,
bahkan lebih dibanding berbagai concern kehidupan lainnya. Sayangnya,
inti-maknanya, yakni orientasi pelayanan kepada manusia, justru hilang di bawah
dominasi konsep mengejar imbalan keuangan yang sebesar-besarnya itu.
Apa
Makna “Guru”?
Makna sesungguhnya kata
“guru” adalah “pengusir kegelapan/kebodohan”. “Gu” berarti kebodohan/kegelapan,
dan ”Ru” berarti pengusir. Arti umum “guru” adalah orang yang mengungkap
sasaran (guri) kepada siswa-siswanya. Yakni yang menunjukkan tujuan dan cara
hidup terbaik kepada mereka. Itulah kebijaksanaan, yang menjadi prinsip
ketuhanan. Arti lain lagi dari istilah “guru” adalah “yang melampai sifat dan
bentuk”. Artinya, orang yang telah menemukan Tuhan di dalam dirinya.
Guru
sebagai Pesuruh Tuhan
Dalam Perjanjian Baru,
istilah didàskalos (guru/pengajar) muncul 58 kali, sebagian besarnya terkait
dengan tugas Yesus sebagai Nabi. Dan kata kerja mengajar (didàskein) muncul 95
kali dan umumnya juga terkait dengan tugas Yesus.
- Dalam Islam, guru disebut mu’allim, atau
mu’addib, atau murabbiy.
- Ketiganya adalah fungsi2 ketuhanan.
- Kata ‘allama, yang merupakan akar kata
istilah mu’allim disebut dalam beberapa ayat al-Qur’an yang pertama kali turun
kepada Nabi Muhammad : “(Dia) yang mengajarkan kepada manusia apa-apa yang ta diketahuinya”.
- Mu’addib adalah bentukan dari kata addaba
(mendidik) yang dipergunakan dalam hadis :”Tuhan mendidikku maka jadilah
pendidikanku yang terbaik”.
- Murabbiy terkait erat dengan kata Rabb,
yang berarti Tuhan (Tuan) pencipta dan pemelihara alam
Kerja
sebagai Profesi
Kerja atau pekerjaan,
yang khususnya membutuhkan keahlian yang diperoleh dari hasil pelatihan atau
pendidikan spedsifik, biasa disebut sebagai profesi (profession). Sinonim dari
“profesi” adalah “vokasi (vocation)\Istilah “vocational schools”, yang sering dipakai
untuk menunjuk sekolah kejuruan, berasal dari kata ini.
Kata-kata
Bijak
Choose a job you love, and you will
never have to work a day in your life. -Confucius-
I think the person who takes a
job in order to live - that is to say, for the money - has turned himself into
a slave. -Joseph Campbell-
And what is it to work with love?
It is to weave the cloth with threads drawn from your heart,
even as if your beloved were to wear that cloth.
It is to build a house with affection,
even as if your beloved were to dwell in that house.
It is to sow seeds with tenderness and reap the harvest with joy,
even as if your beloved were to eat the fruit.
It is to charge all things you fashion with a breath of your own spirit
It is to weave the cloth with threads drawn from your heart,
even as if your beloved were to wear that cloth.
It is to build a house with affection,
even as if your beloved were to dwell in that house.
It is to sow seeds with tenderness and reap the harvest with joy,
even as if your beloved were to eat the fruit.
It is to charge all things you fashion with a breath of your own spirit
-Kahlil
Gibran-
Pak Haidar yang dimoderatori Ibu
Nurhatati
Nur Ulfah, saya (Trisyati Ika P.), dan Nur Fauziah




Tidak ada komentar:
Posting Komentar