Welcome to My Blog

NAMA : TRISYATI IKA PRATIWI
JURUSAN : MP 2012 (A)
NIM : 1445125838

Sabtu, 17 Mei 2014

Resume Kuliah Umum Manajemen Pendidikan

Nama                           : Trisyati Ika Pratiwi
NIM                            : 1445125838
Jurusan                        : Manajemen Pendidikan 2012 (A)
Mata Kuliah                : Manajemen Pemasaran Jasa Pendidikan
Dosen Pengampu        : Amril Muhammad, S.E, M.Pd

Laporan Kuliah Umum Manajemen Pendidikan

Membangun Kewirausahaan Pendidikan

Pada hari Rabu, 14 Mei 2014, bertempat di Gedung Sertifikasi Guru Lantai 9, Jurusan Manajemen Pendidikan mengadakan kuliah umum yang bertemakan "Membangun Kewirausahaan Pendidikan". Kuliah Umum tersebut mendatangkan seorang narasumber Bapak Dr. Ir. Haidar Bagir, M.A. Beliau merupakan pendiri dan direktur utama dari Mizan Publishing Group, serta ketua yayasan Lazuardi Hayati, yang membawahi sekolah Lazuardi GIS.




Materi pertama yang dibahas oleh pak Haidar ialah mengenai “Mengelola Sekolah Berkualitas”, dalam mengelola sekolah agar memiliki kualitas baik, harus memiliki visi misi, antara lain :
  Visi : Mencapai world class school yang  dapat menjadi sumber inovasi dan kreativitas dalam upaya perbaikan terus-menerus falsafah, prinsip, sistem, dan praktik pendidikan di negeri kita.
  Misi : Mengadvokasi pemerintah untuk mengembangkan sistem pendidikan yang baik dan accessible untuk seluruh masyarakat Indonesia, mendorong tumbuhnya sekolah-sekolah yang baik sedemikian.

Tujuan Kelembagaan :
Dalam mencapai  world class school, sekolah harus memiliki cirri-ciri sebagai berikut :
·         Memiliki SDM dalam jumlah cukup yang capable, terus belajar, serta bersikap dan bekerja profesional
·         Memiliki organisasi dan manajemen yang supportive
·         Selalu memiliki perencanaan-perencanaan yang sistematis
·         Memiliki standar-standar best practice dan menerapkannya dengan sebaik-baiknya
·         Memiliki sistem monitoring dan control  untuk memastikan best practice berjalan disamping juga membuka ruang bagi contimuous improvement
·         Memiliki resources yang cukup untuk menyelenggarakan organisasi dengan sebaik-baiknya.

Menurut Pak Haidar, Tujuan (Aims) dari Pendidikan ialah Mempersiapkan siswa didik agar untuk menjadi orang-orang yang sejahtera secara fisik (sandang, pangan, papan, kesehatan), mental (memiliki self esteem) : keluarga, sosial, prestasi, dan spiritual (memiliki sense of purpose in life dan sense of mission to help others). Ringkasnya, memiliki kehidupan yang baik,dunia dan akhirat.


Tujuan (objectives) Pendidikan
  Learn to know/to learn
  Learn to do
  Learn to be
  Learn to live together

21st Century Skills
·         Creativity
·         Collaboration, Cooperation and Communication
·         Inventive Thinking, Decision Making and Problem Solving
·         Character Building, including Self-Direction, Social Responsibility and a culture of Quality
·         Information and Media Literacy in this Digital Age

Suasana  dan Sarana Pembelajaran
1.      Lingkungan sekolah dirancang agar nyaman, selesa (spacious), asri, bersih, sehat, sopan, ramah, akrab, dan demokratis.
2.      Tersedia sarana yang cukup untuk menunjang proses pembelajaran, baik dalam hal ketersediaan berbagai lab – sains, bahasa, dan komputer -- ruang untuk berbagai aktivitas, alat peraga, sarana Teknologi Informasi, perpustakaan, wahana permainan dalam dan luar ruang dan sebagainya.
3.      Kurikulum dirancang dengan sepenuhnya mengacu kepada perspektif yang benar mengenai tujuan pendidikan, yakni menyiapkan anak-anak kita agar menjadi manusia-manusia yang hidup sejahtera dan bahagia
4.      Penerapan Disiplin Positif

Kerja sebagai Profesi
Kerja atau pekerjaan, yang khususnya membutuhkan keahlian yang diperoleh dari hasil pelatihan atau pendidikan spedsifik, biasa disebut sebagai profesi (profession) Sinonim dari “profesi” adalah “vokasi (vocation). Istilah “vocational schools”, yang sering dipakai untuk menunjuk sekolah kejuruan, berasal dari kata ini.

Vocation
“Vocation” berarti “panggilan” atau “panggilan hidup”. Sampai awal abad 16 dikatkan dengan “panggilan Tuhan” untuk menjadi pendeta atau pastor. Dengan kata lain, makna kata “vocation” terkait dengan tekad untuk berbuat baik pada Tuhan dengan, antara lain, melayani manusia. Melihat suatu pekerjaan sebagai vokasi berarti melihatnya sebagai suatu panggilan hidup. Dengan kata lain, tujuan hidup, yang sekaligus adalah sesuatu yang dihasratkan

Passion
Berasasl dari kata bahasa latin pati atau bahasa Yunani pathos berarti “penderitaan”. Yakni penderitaan yang siap ditanggung orang  -- berarti kegigihan, antusiasme -- demi mencapai sesuatu yang  amat dihasratkan atau dicintai. Karena itu, pathos sering diartikan sebagai “cinta” saja. Dilihat dari sudut pandang ini, sesungguhnya istilah “vocation” terkait erat dengan passion ini.

Kerja sebagai Passion
Sebelum menjelma sebagai suatu konsep yang terkait dengan upaya mencari imbalan keuangan sebesar-besarnya, profesi lebih bermakna pekerjaan yang begitu dicintai sehingga orang bersedia memberikan tenaga dan perhatiannya sepenuh waktu, bahkan lebih dibanding berbagai concern kehidupan lainnya. Sayangnya, inti-maknanya, yakni orientasi pelayanan kepada manusia, justru hilang di bawah dominasi konsep mengejar imbalan keuangan yang sebesar-besarnya itu.

Apa Makna “Guru”?
Makna sesungguhnya kata “guru” adalah “pengusir kegelapan/kebodohan”. “Gu” berarti kebodohan/kegelapan, dan ”Ru” berarti pengusir. Arti umum “guru” adalah orang yang mengungkap sasaran (guri) kepada siswa-siswanya. Yakni yang menunjukkan tujuan dan cara hidup terbaik kepada mereka. Itulah kebijaksanaan, yang menjadi prinsip ketuhanan. Arti lain lagi dari istilah “guru” adalah “yang melampai sifat dan bentuk”. Artinya, orang yang telah menemukan Tuhan di dalam dirinya.

Guru sebagai Pesuruh Tuhan
Dalam Perjanjian Baru, istilah didàskalos (guru/pengajar) muncul 58 kali, sebagian besarnya terkait dengan tugas Yesus sebagai Nabi. Dan kata kerja mengajar (didàskein) muncul 95 kali dan umumnya juga terkait dengan tugas Yesus.
-       Dalam Islam, guru disebut mu’allim, atau mu’addib, atau murabbiy.
-       Ketiganya adalah fungsi2 ketuhanan.
-   Kata ‘allama, yang merupakan akar kata istilah mu’allim disebut dalam beberapa ayat al-Qur’an yang   pertama kali turun kepada Nabi Muhammad : “(Dia) yang mengajarkan kepada manusia apa-apa yang ta diketahuinya”.
-  Mu’addib adalah bentukan dari kata addaba (mendidik) yang dipergunakan dalam hadis :”Tuhan  mendidikku maka jadilah pendidikanku yang terbaik”.
-      Murabbiy terkait erat dengan kata Rabb, yang berarti Tuhan (Tuan) pencipta dan pemelihara alam

Kerja sebagai Profesi
Kerja atau pekerjaan, yang khususnya membutuhkan keahlian yang diperoleh dari hasil pelatihan atau pendidikan spedsifik, biasa disebut sebagai profesi (profession). Sinonim dari “profesi” adalah “vokasi (vocation)\Istilah “vocational schools”, yang sering dipakai untuk menunjuk sekolah kejuruan, berasal dari kata ini.

Kata-kata Bijak
Choose a job you love, and you will never have to work a day in your life. -Confucius-
I think the person who takes a job in order to live - that is to say, for the money - has turned himself into a slave. -Joseph Campbell-

And what is it to work with love?
It is to weave the cloth with threads drawn from your heart,
even as if your beloved were to wear that cloth.
It is to build a house with affection,
even as if your beloved were to dwell in that house.
It is to sow seeds with tenderness and reap the harvest with joy,
even as if your beloved were to eat the fruit.
It is to charge all things you fashion with a breath of your own spirit
-Kahlil Gibran-


Berikut Foto-Foto pada saat Kuliah Umum Manajemen Pendidikan

Pak Haidar yang dimoderatori Ibu Nurhatati


Nur Ulfah, saya (Trisyati Ika P.), dan Nur Fauziah






Tidak ada komentar:

Posting Komentar