Welcome to My Blog

NAMA : TRISYATI IKA PRATIWI
JURUSAN : MP 2012 (A)
NIM : 1445125838

Sabtu, 17 Mei 2014

LAPORAN HASIL OUTING CLASS DI BEBEK KALEYO

Nama                           : Trisyati Ika Pratiwi
NIM                            : 1445125838
Jurusan                        : Manajemen Pendidikan 2012 (A)
Mata Kuliah                : Manajemen Pemasaran Jasa Pendidikan
Dosen Pengampu        : Amril Muhammad, S.E, M.Pd

TUGAS MANAJEMEN PEMASARAN JASA PENDIDIKAN

HASIL LAPORAN OUTING CLASS


Narasumber : Pak Joko W. (Area Manajer Bebek Kaleyo). Senin, 12 Mei 2014. Warung Bebek Kaleyo yang bertempat di Jalan Pemuda no. 290 Rawamangun ini berdiri pada tanggal 15 Januari 2007. Sejarah warung bebek kaleyo, pertama kali buka pukul 6 sore - 11 malam. Bebek kaleyo berdiri pada tanggal 15 Januari 2007. Awalnya bebek kaleyo ini berdiri di daerah Cempaka Putih, Jakarta Timur dan hanya berbentuk tenda kaki lima. Bebek kaleyo ini merupakan bisnis keluarga dengan sistem manajemen keluarga turun-temurun yang didirikan oleh 4 owner yaitu :
1.      Hendri Prabowo dan Fenty Puspitasari
2.      Paulus Maria dan Riri Cahyati
Mereka merupakan keluarga kakak beradik. Bebek kaleyo hingga saat ini memiliki 12 outlet yaitu :
1. Cempaka Putih, Jakarta Timur.
2. Rawamangun, Jakarta Timur.
3. Sunter, Jakarta Utara.
4. Buaran, Jakarta Timur.
5. Bumi Serpong Damai, Tangerang.
6. Tebet, Jakarta Selatan.
7. Harapan Indah, Bekasi.
8. Cempaka Putih, Jakarta Timur bersebelahan dengan outlet yang pertama.
9. Jatiwaringin, Jakarta Timur.
10. Bintaro.
11. Kalimalang, Jakarta Timur.
12. Daan Mogot, Jakarta Barat.

Makna kata “Kaleyo” berasal dari Bahasa Jawa yang berarti kata ‘kale’ artinya dua dan ‘ayo’ artinya mengajak. Jadi yang berarti mengajak untuk dating kembali. Bebek kaleyo ini masih disebut dengan warung bukan restaurant. Warung bebek kaleyo ini belum melakukan sistem waralaba, karena masih memikirkan kualitas dari produknya. Awalnya cara mempromosikan warung ini, dengan cara melalui iklan dari mulut ke mulut yaitu promosi yang dilakukan oleh para pelanggan yang sudah datang ke warung tersebut kepada mereka yang masih penasaran belum datang mencicipi makanan bebek tersebut. Melalui pamflet, lalu dengan berkembangnya dunia teknologi maka mereka memasarkan melalui internet. Tidak hanya melalui internet mereka juga menyantumkan nomer telfon untuk kritik dan saran pada setiap outlet untuk melakukan perbaikan yang akan memajukan restoran ini.
Sebelum dibukanya Bebek Kaleyo. Pemilik memasak bebek dengan menggunakan berbagai bumbu dan diberikan kepada warga tempat tinggal sekitar untuk mencicipinya. Proses ini tidak terjadi sekali atau dua kali tetapi berkali-kali hingga berbulan-bulan untuk menghasilkan resep bebek yang enak. Ketika dirasa enak oleh orang-orang sekitar maka pemilik memberanikan diri untuk membuka warung.
Visi “Bebek Kaleyo” yaitu Menjadi Icon Kuliner Untuk Semua Kelas. Jadi tidak hanya masyarakat menengah keatas saja yang dapat merasakan. Lalu Misi “Bebek Kaleyo” yaitu Menjadikan Manfaat Untuk Semua Orang. Kaleyo mendapatkan bahan baku masih melalui supplier besar untuk bebek dan rempah-rempah terpusat. Jadi sistemnya, semua bahan sudah terima jadi dari pusat, cabang warung hanya tinggal menggoreng / membakar untuk disajikan. Perebusan bebek dilakukan masih tradisional selama kurang lebih 8 jam sehingga bumbu meresap.
Tantangan yang dialami, sulit mendapatkan bebek. Awalnya bebek ijo, lalu sekarang sudah banyak berkembang inovasi-inovasi terbaru. Adapun kegiatan sosial yang dilakukan oleh warung ini dengan cara merekrut pegawai dari desa-desa yang nantinya akan dilakukan pelatihan dan training. Pegawai yang diterima disini bukanlah yang pintar, tetapi yang mau belajar.
Adapun budaya yang diterapkan di oleh Bebek Kaleyo ini dengan cara :
-  Yasinan bersama setiap malam jumat setelah menutup outlet.
-  Kerja bakti setiap sebulan sekali pada setiap outlet.
- Melakukan bakti sosial kedaerah-daerah terpencil.
Omset dari Bebek Kaleyo dilimpahkan untuk dana bakti sosial tiap jangka waktu tertentu. Selain itu, Bebek kaleyo selalu mempertahankan kualitas masakan dan memberikan pelayanan yang prima kepada konsumen untuk memciptakan omset yang bagus bagi Bebek Kaleyo. Sistem disini belum menggunakan delivery, tetapi akan diusahakan. Lalu sistem pembayaran disini tidak memanjakan pelanggan dengan memberi nota ke meja pelanggan, tetapi pelanggan sendiri yang jalan ke meja administrasi. Menggunakan sistem pajak online, langsung terpusat. Warung bebek kaleyo ini sudah mendapatkan sertifikat halal dari MUI sejak satu minggu yang lalu. Yang menarik disini, ada kontak kritik dan saran, jika kostumer merasa pelayanan kurang memuaskan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar