Welcome to My Blog

NAMA : TRISYATI IKA PRATIWI
JURUSAN : MP 2012 (A)
NIM : 1445125838

Minggu, 07 Desember 2014

Topik 10 - Kualitas Pelatihan

 بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ   

Assalamu’alaikum Warahmatullohi Wabarokatuh..
Pada kesempatan kali ini saya akan membagi materi yang saya dapat pada Mata Kuliah Manajemen Pendidikan dan Pelatihan pada hari Senin 8 Desember 2014 mengenai Kualitas Pelatihan.

KUALITAS PELATIHAN
A.    Pengertian Kualitas Pelatihan
Pengertian Mutu menurut beberapa Ahli :
1.      W. Edwards Deming menyatakan bahwa kualitas atau mutu adalah kesesuaian dengan kebutuhan pasar atau konsumen.
2.      Armand V. Fiegenbaum, mendefinisikan mutu sebagai kepuasan pelanggan sepenuhnya (full customer satisfaction). 
Mutu atau kualitas merupakan standar yang harus dipenuhi oleh organisasi atau industri produk dan jasa untuk memenuhi persyaratan dan apa yang menjadi kebutuhan dan harapan pelanggan untuk memuaskannya.

Pengertian Pelatihan menurut beberapa Ahli :
1.      Menurut Mathis (2002), Pelatihan adalah suatu proses dimana orang-orang mencapai kemampuan tertentu untuk membantu mencapai tujuan organisasi.
2.      Pelatihan menurut Gary Dessler (2009) adalah Proses mengajarkan karyawan baru atau yang ada sekarang, ketrampilan dasar yang mereka butuhkan untuk menjalankan pekerjaan mereka”.
Pelatihan merupakan salah satu usaha dalam meningkatkan mutu sumber daya manusia dalam dunia kerja.

Kualitas Pelatihan adalah standar yang harus dipenuhi oleh organisasi atau industri produk dan jasa untuk memenuhi persyaratan sebagai salah satu usaha dalam meningkatkan mutu sumber daya manusia dalam dunia kerja.
B.     Pengukuran Efektivitas Pelatihan atau Training
            Pengukuran efektivitas pelatihan merupakan suatu tantangan, dimana dalam faktanya, ada hubungan antara usaha pelatihan dan hasilnya dalam pekerjaanan. Serta tidak ada yang dapat menyangkal bahwa pelatihan berperan dalam meningkatkan pengetahuan, keahlian, dan kinerja pegawai perusahaan, yang merupakan kinerja keseluruhan unjuk kerja suatu perusahaan.

Dalam pelatihan terdapat korelasi yang bagus dengan kinerja sehingga para pemilik perusahaan terbaik di seluruh dunia terus mencari cara yang lebih bagus dan sistematis untuk melakukan pelatihan karyawannya. Tanpa mengabaikan fakta bahwa ada hubungan langsung antara program pelatihan dan peningkatan kinerja karyawan yang melakukan pelatihan yang saat ini tidak terbantahkan lagi, pengumpulan umpan balik akan membantu untuk menyesuaikan usaha untuk semakin memajukan program pelatihan ini.

Metodologi Campuran:
            Gaya belajar setiap individu adalah berbeda-beda. Untuk menjabarkan cara mengajar dan belajar suatu hal dapatlah berbeda-beda. Apa yang mungkin berhasil untuk pelatihan dalam subyek teknikal mungkin tidak akan dapat diterapkan untuk hal tingkah laku, demikian juga sebaliknya. Dengan memanfaatkan teknologi dan perkembangan dalam budaya belajar di internet, maka pelatihan tidaklah menggunakan cara pelatihan tradisional saja.

C.    Pemanfaatan Pengukuran Kualitas Pelatihan
            Pengukuran efektivitas training melalui kinerja masing-masing individu akan memberikan dampak positif bagi kelangsungan usaha perusahaan. Dengan mengetahui kinerja karyawan setelah mengikuti training, perusahaan bisa mengetahui apakah mereka benar-benar telah berubah ataukah tidak setelah mengikuti training.

·         Pengukuran spesifik ditingkatkan organisasi pada produksi
·         Perbandingan produktivitas peserta training
·         Survei Attitude
·         Reaksi
·         Pengetahuan   
·         Perilaku          
·         Hasil
Ada banyak manfaat yang nyata dan manfaat lain yang sangat penting tetapi lebih sulit untuk diukur demikian juga dengan pelatihan training perusahaan.
Manfaat yang dapat diperoleh perusahaan dengan melakukan training diantaranya adalah:
·         Produktivitas yang lebih baik
·         Peningkatan moral
·         Reputasi ditingkatkan
·         Mengurangi stres
·         Pergantian staf yang lebih rendah


Topik 9 - Peran dalam Pelatihan

 بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ    

Assalamu’alaikum Warahmatullohi Wabarokatuh..
Pada kesempatan kali ini saya akan membagi materi yang saya dapat pada Mata Kuliah Manajemen Pendidikan dan Pelatihan pada hari Senin 1 Desember 2014 mengenai Peran Dalam Pelatihan.

Peranan dalam Pelatihan
Dilaksanakan nya diskusi mengenai peran di dalam pelatihan, pertama di jelaskan mengenai peran organisasi di dalam pelatihan, peran peserta nya dalam pelatihan dan peran pelatih di dalam pelatihan.
1.      Peran Organisasi
Yang akan di jelaskan pertama adalah Peranan organisasi. Pada dasarnya peran Organisasi dalam pelatihan adalah sebagai promotor atau penyelenggara pelatihan tersebut. Organisasi mengadakan pelatihan untuk para karyawannya agar dapat mengatasi kesenjangan antara skill yang dimiliki para karyawannya dan kebutuhan perusahaan. Oleh karena itu organisasi mengadakan pelatihan tersebut. Selain sebagai penyelenggara pelatihan, organisasi juga memiliki peran-peran lain dalam pelatihan, antara lain :
-          Sebagai sumber dana dalam pelatihan tersebut.
-          Sebagai fasilitator dalam diklat.
-          Organisasi sebagai perencana diklat.

Organisasi berperan sebagai lembaga yang menyelenggarakan diklat, setelah diklat yang akan diselenggarakan telah dirancang dengan konsep yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan, maka konsep tersebut direalisasikan dengan menyelenggarakan diklat tersebut. Organisasilah yang mempunyai tugas untuk menyelenggarakan diklat itu.

2.      Peran Peserta
Keberhasilan suatu program diklat tidak hanya bergantung pada mutu pengajar/fasilitator dan kelengkapan sarana, tetapi juga bergantung pada faktor-faktor intern peserta diklat, Manfaat pelatihan akan semakin besar apabila diikuti oleh peserta pelatihan yang memiliki masalah dalam pelaksanaan tugas pekerjaan yang dapat diatasi melalui pelatihan. Dilihat dari aspek manfaat pelatihan, etidaksesuaian antara peserta diklat dengan diklat yang diikuti menyebabkan ketidakpuasan peserta diklat.


3.      Peran Pelatih
Dalam sebuah training, seorang trainer atau pelatih adalah pemimpin. Trainer bertugas mengarahkan peserta training untuk mencapai tujuan atau goal tertentu. Trainer yang mengendalikan jalannya training, mulai dari mengendalikan waktu training, metode training, serta mengendalikan peserta training agar dapat bersinergi menciptakan training yang kondusif. Seorang trainer memiliki tanggung jawab penuh dalam training, bertanggung jawab menyampaikan materi training dan memastikan peserta training menangkap dengan baik apa yang disampaikan oleh trainer. Trainer memiliki peran yang besar dalam sebuah training, yaitu diantara perannya sebagai berikut :
1.      Mengatur agenda dan menjaga waktu
2.      Menjaga tujuan pelatihan
3.      Melindungi hak semua peserta
4.      Mendengarkan
5.      Meringkas materi
6.      Reviewing/Meninjau ulang
7.      Menjaga focus peserta
8.      Memegang otoritas
9.      Terlibat dengan anggota yang pasif