بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Senin, 6 Oktober 2014 Universitas Negeri Jakarta, Fakultas Ilmu Pendidikan,
jurusan Manajemen Pendidikan, pukul 09.00 am diruang 306. Pada pertemuan kali
ini perkuliahan kelompok kami yaitu kelompok 3 menjelaskan hasil diskusi topic 3
tentang “Pentingnya Pelatihan”. Berikut paparan yang telah saya rangkum terkait
dengan materi kelompok 3 :
PENTINGNYA PELATIHAN
Kaitan Pelatihan dengan Manajemen SDM
u Dalam
proses MSDM ada suatu usaha untuk memelihara , meningkatkan kemampuan ,
kapasitas maupun profesionalisme pegawai . Proses tersebut disebut dengan pengembangan
pegawai. Pelatihan adalah proses sistematik pengubahan perilaku para pegawai
dalam suatu arah guna meningkatkan tujuan tujuan organisasional.
u tak dapat dipungkiri lagi bahwa program pelatihan
merupakan salah satu pendekatan utama dalam pengembangan SDM pada sebuah
perusahaan karena mempunyai nilai atau peran strategis, yakni terhadap
keberhasilan operasi perusahaan di satu sisi dan keberhasilan karier karyawan
di sisi yang lain.
Peran pelatihan (role of training)
1. Mengurangi dan menghilangkan kinerja yang buruk
2. Meningkatkan produktivitas
3. Membentuk sikap, loyalitas, dan kerjasama yang lebih
menguntungkan.
4. Memenuhi kebutuhan perencanaan semberdaya manusia
5. Mengurangi frekuensi dan biaya kecelakaan kerja.
6. Membantu karyawan dalam peningkatan dan pengembangan
pribadi mereka.
7. Mengurangi turn over dan absensi.
Analisis Kebutuhan Pelatihan
u Training Need Analysis (TNA) merupakan sebuah analisis kebutuhan workplace
secara spesifik dimaksud untuk menetukan apa sebetulnya kabutuhan pelatihan
yang menjadi prioritas.
u TNA dapat pula dipahami sebagai sebuah investigasi
sistematis dan komprehensif tentang berbagai masalah dengan tujuan
mengidentifikasi secara tepat beberapa dimensi persoalan, sehingga akhirnya
organisasi dapat mengetahui apakah masalah tersebut memang perlu dipecahkan
melalui program pelatihan atau tidak.
Fungsi Training Need Analysis (TNA)
1. Mengumpulkan
informasi tentang skill, knowledge dan feeling pekerja;
2. Mengumpulkan
informasi tentang job content dan job context;
3. Medefinisikan
kinerja standar dan kinerja aktual dalam rincian yang operasional;
4. Melibatkan
stakeholders dan membentuk dukungan;
5. Memberi
data untuk keperluan perencanaan
Analisis Individu / Person analysis:
Mengenali karakterisitik individu seperti:
1. Kemampuan dasar
2. kemampuan Cognitive
3. Kemampuan membaca
4. Self Efficacy
5. Peduli kebutuhan pelatihan
6. Minat terhadap karir
7. Pencapaian tujuan
Dan mengenali Work Environment yang mendukung
karakteristik individu seperti :
1. Pencapaian prestasi
2. Resources yang penting
3. Keterkaiatan dengan tugas lain
4. Kesempatan untuk berprestasi
5. Standar untuk berprestasi
6. Konsekuensi positif
7. Konsekuensi negatif
8. Umpan balik mengenai performa pekerjaan.
Analisis Tugas/ Task Analysis :
1. Pemahaman tugas yang potensial
2. Kapasitas fisik dan mental untuk berprestasi
3. Kondisi yang terkait dengan pencapaian prestasi
4. Kemampuan negosiasi
Analisis Organisasi / Organisational Analysis :
1. Rencana strategis organisasi
2. Dukungan atasan dan rekan kerja terhadap
pelatihan
3. Training resources
Tidak ada komentar:
Posting Komentar