بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Assalamu’alaikum Warahmatullohi Wabarokatuh..
Pada kesempatan kali ini saya akan
membagi materi yang saya dapat pada Mata Kuliah Manajemen Pendidikan dan
Pelatihan pada hari Senin 24 November 2014 mengenai Evaluasi Pelatihan.
EVALUASI
PELATIHAN (TRAINING EVALUATION)
Evaluasi merupakan suatu proses yang sistematis dan berkelanjutan untuk
mengumpulkan , mendiskripsikan , mengintepretasikan dan menyajikan informasi
untuk dapat digunakan sebagai dasar membuat keputusan , menyusun dan membuat
program selanjutnya. Adapun tujuan evaluasi adalah untuk memperoleh evaluasi
yang akurat dan obyektif tentang suatu program . Informasi tersebut dapat
berupa pelaksanaan program.
Untuk memastikan keberhasilan
pelatihan dapat dilakukan melalui evaluasi. Secara sistimatik manajemen
pelatihan meliputi tahap perencanaan yaitu training need analysis, tahap
implementasi dan tahap evaluasi. Tahap terakhir merupakan titik kritis dalam
setiap kegiatan karena acap kali diabaikan sementara fungsinya sangat vital
untuk memastikan bahwa pelatihan yang telah dilakukan berhasil mencapai tujuan
ataukah justru sebaliknya.
Proses evaluasi program
diklat tidak dapat berdiri sendiri sendiri, proses evaluasi diklat merupakan
sebuah proses yang berkesinambungan mulai dari perencanaan diklat(penyusunan
kurikulum), Persiapan diklat – menetapkan peserta, jadwal fasilitas,
widyaiswara serta alat bantu pembelajaran lainnya, pada saat pelaksanaan dan
penyelenggaraan diklat, sampai kepada kegiatan evaluasi diklat itu sendiri.
Bahkan ada pendapat yang mengatakan bahwa proses evaluasi diklat baru akan
berhasil, jika proses diklat secara keseluruhan berjalan dengan baik, mulai
dari tahap awal sampai dengan berakhirnya proses kegiatan belajar mengajar, dan
terdapat lingkungan yang kondusif untuk mengimplementasikan hasil kegiatan
diklat dalam pekerjaan sehari-hari.
Teknik Dan Metode
Dengan
metode ini karyawan peserta latihan representasi tiruan (artificial). Suatu
aspek organisasi dan diminta untuk menanggapinya seperti dalam keadaan
sebenarnya. Diantara metode-metode simulasi yang paling umum digunakan adalah
sebagai berikut:
a)
Metode
Studi Kasus. Deskripsi tertulis suatu situasi pengambilan keputusan nyata
disediakan.
b)
Permainan
Rotasi Jabatan. Teknik ini merupakan suatu peralatan yang memungkinkan para
karyawan (peserta latihan) untuk memainkan berbagai peranan yang berbeda.
c)
Permainan
Bisnis. Bussiness (management) game adalah suatu simulasi pengambilan keputusan
skala kecil yang dibuat sesuai dengan kehidupan bisnis nyata.
d)
Ruang
Pelatihan. Agar program latihan tidak mengganggu operasi-operasi normal,
organisasi menggunakan vestibule trainning.
e)
Latihan
Laboratorium.
f)
Program-program
pengembangan eksekutif.
Prinsip Evaluasi Pendidikan
dan Pelatihan
Prinsip dari evaluasi diklat adalah
melakukan evaluasi terhadap keseluruhan proses kegiatan diklat dari awal sampai
pada akhirnya.
Sebagai contoh pada tahapan 1 menentukan kebutuhan. Maka evaluasi
diklat untuk melakukan evaluasi tahapan pertama ini adalah mengevaluasi kembali
apakah kebutuhan dari peserta pelatihan sudah sesuai dengan program pelatihan
yang diberikan? Apakah kebutuhan dari manager atau instansi yang mengirimkan
peserta pelatihan sudah dapat dipenuhi dalam program pelatihan ini? Apakah
kompetensi yang diajarkan dalam pelatihan telah sesuai dengan kebutuhan
kompetensi yang dibutuhkan dalam pelaksanaan pekerjaan sehari-hari?
Demikian juga pada tahapan ke 2 –
menetapkan tujuan pelatihan, evaluasi diklat termasuk evaluasi purna diklat
harus mampu untuk mengevaluasi apakah penetapan tujuan pelatihan telah sesuai?
Apakah tujuan pelatihan telah memperhatikan kebutuhan pelatihan? Apakah tujuan
pelatihan telah memperhatikan aspek kompetensi yang ingin dicapai? Apakah
penetapan tujuan pelatihan telah memperhatikan komposisi
dari KSA? Demikian seterusnya sampai pada tahapan evaluasi itu sendiri.
Misalnya adalah apakah proses evaluasi selama pelaksanaan diklat telah mengukur
kompetensi yang hendak dicapai? Apakah materi pelatihan telah dievaluasi secara
memadai? Bagaimana mengenai evaluasi peserta pelatihan? Mulai dari penetapan
peserta sampai pada pencapaian pelaksanaan pelatihan?
Model Evaluasi Pendidikan dan Pelatihan
Kirkpatrick memperkenalkan model “The four levels” dalam melakukan
evaluasi pelatihan yaitu:
Level 1 – Reaksi : mengukur bagaimana peserta pelatihan
bereaksi terhadap program pelatihan.
Level 2 – Pembelajaran : mengukur bagaimana peserta
pelatihan menerima kegiatan pembelajaran, apakah peserta telah berubah
pengetahuan, ketrampilan dan prilakunya
Level 3 – Prilaku : mengukur bagaimana peserta pelatihan
telah berubah prilakunya akibat dari program pelatihan yang diikutinya
Level 4 – Hasil : mengukur apa hasil yang diperoleh, karena
peserta pelatihan mengikuti program pelatihan, misalnya meningkatnya
produktifitas dan lainnya
Kirkpatrick mengingatkan bahwa melakukan evaluasi level 3 dan
level 4 tanpa melakukan evaluasi level 1 dan level 2 adalah sebuah kesalahan
yang sangat serius, dan dapat menghasilkan kesimpulan yang salah.
Pelaksanaan Evaluasi Pendidikan dan Pelatihan
Dengan menggunakan model ROI process dari Jack L.
Phillips seperti pada gambar ROI di atas, Pelaksanaan evaluasi diklat dapat
dilakukan dalam empat tahapan utama:
a. Perencanaan Evaluasi
b. Pengumpulan Data
c. Analisis dan Evaluasi Data
d.
Pelaporan hasil Evaluasi Diklat
Secara sederhana format laporan evaluasi diklat dapat
disajikan sebagai berikut:
Bagian I – Data Umum Program Diklat
a. Nama Program Diklat
b. Tujuan Program Diklat
c. Karakteristik dari program Diklat
d. Peserta Diklat
e. Pihak-pihak yang terkait dengan program diklat
f. Hal lain yang relevan dengan program diklat
Bagian II – Evaluasi Hasil Diklat
a. Tujuan evaluasi dan Hasil yang diharapkan
b. Rancangan evaluasi diklat
c. Data dan bukti yang diperoleh selama evaluasi diklat
d. Analisis terhadap data dan bukti
e. Tanggapan dan diskusi hasil evaluasi
Bagian III – Simpulan dan tindak lanjut
a. Simpulan dan rekomendasi
b. Tindak Lanjut
c. Tindak Lanjut
Pada umumnya evaluasi diklat tidak dapat dilakukan
hanya sekali saja, praktik yang terbaik adalah dengan melakukan beberapa kali
evaluasi diklat. Hasil evaluasi diklat perlu ditindaklanjuti, dan selanjutnya
dilakukan evaluasi diklat kembali untuk melakukan analisis dan evaluasi diklat
selanjutnya dengan memperhatikan data dan hasil analisis evaluasi diklat
sebelumnya.
Pengelola
program diklat perlu menindaklanjuti rekomendasi laporan hasil evaluasi diklat,
sehingga pelaksanaan diklat selanjutnya dapat terus ditingkatkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar